dosen : ibu lenie okviana
Ragam Tanda Baca , Fungsi Dan Contohnya
1. Tanda titik (.)
Fungsi dan pemakaian tanda titik:
· Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan pertanyaan
atau seruan,
· Diletakan pada akhir sinkatan gelar, jabatan, pangkat
dan sapaan,
· Pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat
umum,
Contoh :
· Menggunakan tanda baca dengan benar agar tidak terjadi
kesalah pahaman.
· Dr. Adit senang mengobati orang sakit.
· Kutipan menarik itu diambil dari hlm 5 dan 8.
2. Tanda Koma (,)
Fungsi dan pemakaian tanda koma antara lain:
· Memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau
pembilang,
· Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila
anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat,
· Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dakam
kalimat, dll.
Contoh :
· Studio tersebut tersedia berupa gitar, drum dan bass.
· Apabila keliru memilih bidang spesialisasi, usaha
tidak dapat melaju.
· “Jangan buang sampah sembarangan,” kata Rudi.
3. Tanda Seru (!)
Fungsi dan pemakaian tanda seru :
· Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan
berupa seruan atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan,
ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
Contoh :
· Jangan letakan benda itu di depan saya !
4. Tanda Titik Koma (;)
Fungsi dan pemakaian titik koma adalah:
· Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau
setara
· Memisahkan kalimat yang setara didalam satu kalimat
majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh :
· Hari makin sore; kami belum selesai juga.
· Desi sibuk bernyanyi; ibu sibuk bekerja di dapur; adik
bermain bola.
5. Tanda Titik Dua (:)
Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai
berikut
· Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti
rangkaian atau pemerian.
· Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
· Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukan pelaku
dalam percakapan
Contoh :
· Fakultas Ekonomi UPN Jogja memiliki tiga jurusan:
Akuntansi, Managemen, dan Ilmu Ekonomi.
· Project By: Alland Project
Penulis: Indra Lesmana
Editor: Wicak
· “Jangan datang terlambat.”
Budi: “Siap, Pak.”
6. Tanda Hubung (-)
Tanda hubung dipakai dalam hal-hal seperti berikut:
· Menyambung unsur-unsur kata ulang
· Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa
asing—-
Contoh :
· Anak-anak kelaparan di negara Afrika adalah akibat
globalisasi.
· di- packing
7. Tanda Elipsis (…)
Tanda elipsis dipergunakan untuk menyatakan hal-hal
seperti berikut
· Mengambarkan kalimat yang terputus-putus
· Menunjukan bahwa satu petikan ada bagian yang
dihilangkan
Contoh :
· “PLAK ….. ALHAMDULLLIILAHH ……” kuda itu berjalan
dengan cepat, sampai-sampai orang itu tidak bisa mengendalikanya, di depan
terlihatlah jurang yang sangat dalam.
8. Tanda Tanya (?)
· Tanda tanya selalunya dipakai pada setiap akhir
kalimat tanya.
· Tanda tanya yang dipakai dan diletakan didalam tanda
kurung menyatakan bahwa kalimat yang dimaksud disangsikan atau kurang dapat
dibuktikan kebenarannya.
Contoh :
· Siapa Presiden Indonesia saat ini?
9. Tanda Kurung ( )
Tanda kurung dipakai dalam ha-hal berikut
· Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan
· Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian
pokok pembicaraan
· Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri
keterangan
Contoh :
· Jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga
disebut demand (permintaan).
10. Tanda Kurung Siku ( [..] )
Tanda kurung siku digunakan untuk:
· Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai
koreksi atau tambahan pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang
lain
· Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah
bertanda kurung
Contoh :
· Persamaan akuntansi ini (perbedaannya ada di Bab 1
[lihat halaman 38-40]) perlu dipelajari disini.
11. Tanda Petik (“…”)
Fungsi tanda petik adalah:
· Mengapit petikan lagsung yang berasal dari
pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lain
· Mengapit judul syair, karangan, bab buku apabila
dipakai dalam kalimat
· Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal
Contoh :
· Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara adalah
Bahasa Indonesia.”
12. Tanda Petik Tunggal (‘..’)
Tanda Petik tunggal mempunyai fungsi :
· Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain
· Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan
asing
Contoh :
· “Dia bilang padaku ‘jangan kau ganggu dia’, seketika
itu aku ingin mengingatkannya kembali.” Ujar Andi.
13. Tanda Garis Miring (/)
· Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat
· Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan,
atau, per atau nomor alamat
Contoh :
· Modem itu memiliki kecepatan sampai 7,2 Mb /
s.
14. Tanda Penyingkat (Apostrof) (‘)
· Tanda Apostrof menunjukan penghilangan bagian kata.
Contoh :
· Budi bertugas sebagai pembaca pembukaan UUD ‘45.
15. Tanda Pisah (—)
1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar
-Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak.
contoh: Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera
16. Tanda Ulang (…2)
1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar
-Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak.
contoh: Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera
16. Tanda Ulang (…2)
Ditulis dengan menambahkan angka 2 (atau 2) di akhir
kata yang seharusnya diulang, menandakan kata tersebut diulang dua kali. Tanda
penyingkatan ini tidak resmi. Kata yang berulang harus ditulis penuh. Contoh:
• Buku-buku (bukan “buku2″)
• Saudara-saudara (bukan “saudara2″)
• Buku-buku (bukan “buku2″)
• Saudara-saudara (bukan “saudara2″)
Diposkan oleh setiatama abdul malik